Digital Giza

Meresankh III (= Mersyankh), kapel, ruang a (= ruang utama), dinding W, ujung N, relief (figur Hetepheres II, Meresankh, dan Nebemakhet), menghadap ke W. Lihat di Situs web Proyek Giza.

3 MIN READ

Meresankh III adalah salah satu Ratu paling terkenal di Kerajaan Lama Mesir Kuno.

Dia hidup sekitar tahun 2600 SM. Kakeknya adalah Firaun Khufu, seorang penguasa penting di Dinasti Keempat, yang terkenal sebagai pembangun piramida terbesar di dataran tinggi Giza.

Ayah Meresankh adalah Pangeran Kawab, yang merupakan putra tertua Khufu, dan ibunya adalah Hetepheres II.

Meresankh menikah dengan Khafre, putra Khufu yang lain dan saudara tiri Kawab. Dia membangun piramida di sebelah piramida pertama yang dibangun oleh Khufu. Bersama-sama, Khafre dan Meresankh diperkirakan memiliki empat putra dan seorang putri. Putra tertua, Nebemakhet, tumbuh menjadi seorang visioner atau penasihat politik penting dan perdana menteri.

Makam Meresankh di Giza dalam Bayang-bayang Piramida Agung

Meresankh dimakamkan di sebuah mastaba di pemakaman timur di dasar piramida Raja Khufu. Mastaba adalah makam Mesir Kuno, yang terdiri dari struktur persegi panjang beratap datar di atas tanah dan ruang pemakaman di bawah tanah.

Ruang pemakaman di bawah tanah menyimpan sarkofagus batu, atau kotak pemakaman. Peti mati kayu yang berisi tubuh mumi almarhum ditempatkan ke dalam sarkofagus batu yang berada di ruang pemakaman bawah tanah di dalam mastaba.

Persembahan dibuat untuk para dewa di bagian ruang persembahan mastaba di atas tanah. Di dinding mastaba di atas tanah juga terdapat struktur tertentu yang dikenal sebagai pintu palsu. Diperkirakan bahwa jiwa orang yang telah meninggal akan kembali melalui pintu ini untuk melihat persembahan di sana.

Apa yang ada di dalam Makam Ratu Meresankh?

Dataran tinggi Giza digunakan sebagai tempat pemakaman anggota keluarga kerajaan dan pejabat penting. Makam Meresankh menjadi daya tarik tersendiri karena terawat dengan baik dan dicat dengan warna cerah.

Makam ini ditemukan kembali oleh George Reisner pada bulan April 1927. Dia adalah seorang profesor Egyptology di Universitas Harvard dan kurator koleksi Mesir di Museum Seni Rupa Boston.

Di dalam makam Meresankh, kita dapat melihat lukisan besar ayah Meresankh, Pangeran Kawab. Dia adalah orang penting di Mesir dan diukir dalam ukuran besar untuk mencerminkan kepentingannya.

Di sampingnya, kita bisa melihat Meresankh dan ibunya bersama di sebuah perahu di Sungai Nil, memungut papirus untuk dipersembahkan kepada para dewa. Di dinding seberang terdapat penggambaran putra Meresankh, Nebemakhet. Ada juga penggambaran Meresankh dan ibunya, Hetepheres II.

Di samping mereka ada penggambaran anak-anak Meresankh. Di sepanjang dinding terdapat gambar-gambar dari semua hal yang dibutuhkan Meresankh di akhirat, termasuk gambar-gambar makanan dan daging serta persembahan minuman. Ada gambar tandu, yang merupakan platform yang dibawa oleh para pelayan untuk mengangkut orang kerajaan dari satu tempat ke tempat lain.

Di salah satu ruang sisi, figur sepuluh wanita diukir di batu saat mereka berdiri berdampingan. Sangat tidak biasa melihat para wanita ini karena masyarakat pada masa itu didominasi oleh pria.

Sarkofagus batu hitam di ruang pemakaman di tingkat bawah mastaba memberikan informasi lebih lanjut tentang Meresankh. Tampaknya sarkofagus tempat tubuh muminya ditempatkan pada awalnya dipersiapkan untuk ibu Meresankh, Hetepheres. Di atasnya terukir namanya.

Dipercaya bahwa Meresankh meninggal sebelum ibunya, karena nama Meresankh telah ditambahkan ke dalam sarkofagus bersama dengan kata-kata bahwa Hetepheres telah memberikannya kepada putrinya. Di ruang persembahan terdapat pahatan batu Meresankh dan Hetepheres bersama, melambangkan cinta antara ibu dan anak. Hetepheres membuat ruang pemakaman untuk dirinya sendiri di bagian lain pemakaman timur.

Lanjutkan Menjelajahi Dataran Tinggi Giza

Terus pelajari lebih lanjut tentang Giza dengan membaca Seperti apa kehidupan sehari-hari orang Mesir Kuno di Giza dan siapa yang membangun Piramida?